Senin, 02 Juli 2012

Kutunggu Kau di Alengka

Oleh Abdullah Alawi 

“Dewi, ikutlah bersamaku ke Maliawan. Aku akan mempertemukanmu dengan junjunganku, kekasihmu, Ramawijaya. Dia sudah lama merindumu,” kata Anoman, selepas membakar Alengka.

“Katakan kepada junjunganmu, Anoman. Kalau benar-benar ia menganggap aku kekasihnya, datanglah ke Alengka. Dialah yang harus menjemputku, orang yang dicintainya,” terang Sinta.

“Akan saya sampaikan kepada junjunganku,” ujar Anoman, 

“Baiklah Dewi, sekarang aku pamit dulu.

“Sebentar Anoman, bawalah kalung ini. Dan berikanlah kepada Rama. Kalau kalung ini bersinar, berarti dia masih mencintaiku. Tapi jika redup, tandanya dia ragu kepada dirinya sendiri.”

“Baiklah, Dewi.”

Anoman kemudian mengangkasa. Sejumput pertanyaan  menikam benaknya; beginikah cinta? 

Kenari, 2 Juli 2012

2 comments:

Arlian Buana mengatakan...

wah, bang abah udah nulis tentang cinta! :))

Abdullah Alawi mengatakan...

hehe, udah lama kali hehe.